Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Untuk si nomor 5

Kamu si nomor 5; pencari puisi, penagih janji aku harap di malam penantianmu kau bisa tidur nyenyak maap untuk masa lalu, juga masa depan yang tak bisa terencana. Aku selalu menjumpaimu; lewat hembus dan hirup udara lewat getar dan dering telepon genggam lewat linikala media sosial yang menabur sial, digerak gerah ibu jari yang mengubur muram di wajah ibumata. Dan kalau tak ada; aku mengenangmu lewat gambar sinema yang berkelebat dalam pejam mata dan mengenangmu sebagai tetes air yang membuat alirnya sendiri di sana. Kemudian aku menerka; ada semacam cerau tak tergagau telinga sesiapa: ketika kau tiada tak ada suara yang patut disebut sebagai keindahan nada. juga diksi demi diksi dalam puisi, tak bisa menggantikan kau. Selamat tidur. *sebagian postingan ini dikutip dari http://aaedoyastrajingga.blogspot.com/