Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Februari dan Aku

Sudah ku bilang aku tak sebaik Februari. Jika dia bisa membuatmu menangis bahagia, justru aku membuatmu menangis kecewa. Nanti bakal reda, namun takkan menghapus luka. Jengah, tanpa tahu sebab mengapa. Terjebak dalam nostalgia.

Prolog Februari

Aku dan kau menua. Hari ini kau bertambah usia. Februari selalu tahu cara membuatmu bahagia, sedangkan aku masih gini-gini saja; menebar asa. "Apa aku yang begitu mencemaskan nanti atau kau yang terlalu sabar menanti" adalah penggalan gusarku malam ini.