Maap Untuk Malam
Hai malam, sudah lebih 24 tahun kamu menemaniku. Entah mengapa beberapa minggu terakhir kau datang dengan hal yang selalu aku benci. Rindu yang tak berujung, kecawa terhadap masa lalu, mimpi buruk masa depan, dan segala bentuk penderitaan lainnya kau kirim padaku. Untung saja aku punya Tuhan tempat mengadu, kepada siapa lagi aku utarakan kebencianku padamu jika bukan padaNya yang menciptakanmu. Aku bersyukur masih bisa melihat dalam gelapmu, jika tidak selamanya aku dihantui ketidakparcayaan diri karena masalah ini tak kunjung henti. Maap dan terima kasih atas semua ini.