Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Untuk si nomor 5

Kamu si nomor 5; pencari puisi, penagih janji aku harap di malam penantianmu kau bisa tidur nyenyak maap untuk masa lalu, juga masa depan yang tak bisa terencana. Aku selalu menjumpaimu; lewat hembus dan hirup udara lewat getar dan dering telepon genggam lewat linikala media sosial yang menabur sial, digerak gerah ibu jari yang mengubur muram di wajah ibumata. Dan kalau tak ada; aku mengenangmu lewat gambar sinema yang berkelebat dalam pejam mata dan mengenangmu sebagai tetes air yang membuat alirnya sendiri di sana. Kemudian aku menerka; ada semacam cerau tak tergagau telinga sesiapa: ketika kau tiada tak ada suara yang patut disebut sebagai keindahan nada. juga diksi demi diksi dalam puisi, tak bisa menggantikan kau. Selamat tidur. *sebagian postingan ini dikutip dari http://aaedoyastrajingga.blogspot.com/

Jurnalis atau Guru?

Tidak mudah memang jadi dewasa. Apalagi ketika di hadapkan pada pilihan pekerjaan. Apa yang kita kerjakan saat ini idealnya adalah representasi cita-cita atau harapan kita jauh-jauh hari sebelumnya. Ada yang berkata, “Pekerjaan terbaik adalah hobby yang menghasilkan”. Sayangnya hobby saya terlalu banyak dan tidaklah spesifik. Dan saya bukanlah orang yang suka menekuni suatu hal terlalu lama. Bosan selalu melekat dalam kepribadian saya.

Selamat Malam

Selamat malam. Sayangnya aku bingung untuk siapa harus aku ucapkan selamat malam itu. Di pinggir kota yang sepi ini, di malam minggu yang hujan, aku kosong sekali. Walau sebenarnya otak ini penuh dengan isi berbau hal duniawi. Beberapa minggu terakhir sulit rasanya mendapatkan istirahat yang nyenyak. Tidur saat ayam sudah memulai kokokan pertamanya, tapi bangun kembali saat suara adzan mulai memecah sunyi pagi. Anehnya aku sangat menikmati semua ini. Setidaknya aku sangat sibuk sekali, menandakan kalau aku ternyata berguna, aku hidup seperti semestinya, tak seperti yang selama ini aku pikirkan.

Maap Untuk Malam

Hai malam, sudah lebih 24 tahun kamu menemaniku. Entah mengapa beberapa minggu terakhir kau datang dengan hal yang selalu aku benci. Rindu yang tak berujung, kecawa terhadap masa lalu, mimpi buruk masa depan, dan segala bentuk penderitaan lainnya kau kirim padaku. Untung saja aku punya Tuhan tempat mengadu, kepada siapa lagi aku utarakan kebencianku padamu jika bukan padaNya yang menciptakanmu. Aku bersyukur masih bisa melihat dalam gelapmu, jika tidak selamanya aku dihantui ketidakparcayaan diri karena masalah ini tak kunjung henti. Maap dan terima kasih atas semua ini.

Berbaginasi Pontianak

Gambar
Berbaginasi. Mungkin asing bagi sebagian kalian, mungkin juga familiar di telinga kalian, atau pernah baca di surat kabar, menonton di televisi nasional, dan mendengar di beberapa radio. Apa berbaginasi? Seperti apa berbaginasi? Bagaimana berbaginasi? Kapan berbaginasi? Siapa orang di balik berbaginasi? Dimana berbaginasi itu dilakukan? Kira-kira begitulah pertanyaan mereka yang belum mengetahui apa itu berbaginasi. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca di berbaginasi.com . Atau silahkan baca  wawancara salah satu owner nya untuk citizenmagz.com

Gadis 18 Februari

Gambar
Ketika ditanya orang, apakah kau kenal dengan aku? Tentu saja jawabanmu, siapa dia! Aku tidak mengenalnya! Saat itu juga aku percaya bahwa kau telah berdusta. Kau memang suka bersembunyi, sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Bersembunyi dari perasaan dan kekalutan hatimu, tidakkah kau jengah?