Banner Buda Blogger

Komunitas Blogger Pontianak

Jumat, Februari 01, 2019

Prolog Februari

Aku dan kau menua. Hari ini kau bertambah usia. Februari selalu tahu cara membuatmu bahagia, sedangkan aku masih gini-gini saja; menebar asa. "Apa aku yang begitu mencemaskan nanti atau kau yang terlalu sabar menanti" adalah penggalan gusarku malam ini.


Seringkali ku ziarahi akun Instagram-mu hanya untuk mencari tahu masa lalu seperti apa yang  bisa membuatmu rindu. Walau seringkali aku dapati hatiku kelu oleh cemburu, tak mengapa karena itu risiko pilu. Aku mungkin bukan kau yang bisa mengatur lara dan tak pernah menggambarnya di muka. Aku memilih mengungkapkan lewat rasa yang kadang tak bisa kau tafsir dan berakhir kita terdiam seribu bahasa. Kadangkala jika seperti itu, aku hanya butuh kau menatap dan menggenggam tanganku dan berkata, "tenang saja, semua akan baik-baik saja"

Hatiku bergetar saat pertama kali memelukmu. Bukan dingin yang menyiksaku saat itu. Tapi kalut yang kutanggung karena takut tak bisa memilikimu. Hingga akhirnya aku sadar, aku memang tak bisa menjagamu saat ini. Oleh karena itu kau aku titipkan pada-Nya. Jiwaku lebih tenang, aku lebih bahagia.

Bahagia dan derita itu sangat tipis batasnya. Setipis derai gerimis dari balik jendela. Sudah aku ikhlaskan kau seperti aku mengikhlaskan hidupku yang terasa membosankan. Aku sungguh bahagia, walau ada rindu yang selalu menjadi derita. Tidak mengapa, karena sesungguhnya itu formula cinta yang sesungguhnya.

Aku mencintaimu.
Selamat ulang tahun.

Semoga masih ada waktu untuk kita bersama dalam ketenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar