Mungkin Cuma Bercanda

Bagaimana cara menggambar perasaan yang lara?

Seminggu sudah mata memerah
Tidur ala kadarnya
Entah
Masa depan begitu sulit diterka
Hati terlalu takut berencana
Akhirnya tak ada jalan lain selain meminta
Di kutuk malam dalam lirih
Memohon ampun, seraya berdoa
Tuhan, mudahkanlah

Di ujung aksara kau bercerita
Ibu sudah mulai gelisah
Siapa, kapan, dan bagaimana?
Aku kelu
Sesekali hanya bisa tertawa
Diam adalah terbaik selama ini
Sabar
Begitukah?

Aku hanya bisa yakinkan
Namamu tak pernah alpa dalam doa
Sekalipun itu cuma meminta kau untuk sabar adanya
Seringkali aku terkesan memaksa

Jika engkau ingin pergi jauh
Tolong bilang dulu
Karena hatiku tak seketika ungu setelah merah membiru
Aku rindu
Dan bilang pada Ibumu
Sabarlah menunggu
Jika bukan aku, ada pria lain di atas pelaminan itu
Pastikan saja, dia harus seribu kali lebih lucu daripada aku
Karena jika dia tak bisa membuatmu tertawa
Dia punya masalah denganku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik