Karya Tuhan Yang Maha Romantis
Mungkin kita akan sama-sama setuju jika sebuah kota akan
enak dihuni jika punya ruang publik yang nyaman. Terlebih jika tempat itu
berada di jantung kota, dekat dengan salah satu icon geografis, dan menyajikan
banyak hiburan. Rasanya tidak ingin pulang saja dan menikmati semuanya tanpa
harus lelah berpindah terlalu jauh dari satu tempat ke tempat lainnya. Apalagi
jika tempat itu menyajikan keindahan alam dan kebutuhan masyarakat urban yang
haus akan liburan.
Foto diambil disini
Perkenalkan, Pontianak punya Taman Alun-alun Kapuas. Sebuah
tempat dimana kamu bisa menghabiskan waktu seharian dengan teman, pasangan,
atau pun mengobati kegalauan sendirian. Taman ini menyuguhkan keindahan
panorama sungai terpanjang di Indonesia yang memanjakan mata. Kau bisa
melakukan apa saja disini. Bercanda, bermain gitar, makan sepuasnya, bercerita,
menulis puisi, melamun, ngupil (yang ini kebiasaan saya), dan lain-lain.
Foto diambil disini
Ketika pagi datang, kau bisa berlari-lari kecil disini.
Rimbunan pepohonan bisa dijadikan lintasan jogging yang bagus. Jika lelah,
duduk saja di beberapa bangku yang ada disana sambil memandang dedaunan yang
gugur tertiup angin, tenagamu akan pulih seketika. Ketika senja datang, kau
bisa memandang matahari terbenam di hilir Kapuas. Pancaran jingga yang di
pantulkan di sepanjang aliran airnya membuatmu tak mau melewatkan barang sedetikpun
moment istimewa itu.
Foto diambil disini
Saat hitam sudah menyelimuti sebagian kota, kau akan
dimanjakan oleh puluhan pedagang yang akan menawarkan berbagai macam makanan
dan barang di sekitar taman. Jagung bakar menjadi menu pilihan yang
direkomendasikan disini. Jika kau mengajakku tentu saja aku akan memesan
secangkir kopi hitam dengan sedikit gulu. Maap jika kau tak suka, tapi untuk
membunuh dingin di tepi sungai seperti itu, kau akan merasakan sensasi kopi
yang sebenarnya. Jika kau mulai bosan duduk berdiam diri, perahu Galaherang
siap membawamu melintasi aliran sungai Kapuas beberapa menit. Dijamin, bosanmu
berubah menjadi ketagihan. Atau jika kau tak suka sungai sebagai tempatmu
bersantai, kau bisa ke tepi jalan untuk sekedar melihat megahnya Kantor
Walikota dan MaKorem yang berada tepat di seberang jalannya. Kau akan
disuguhkan riuhnya kendaraan yang lewat di jalan terlebar di Pontianak.
Lebarnya mungkin hampir 100 meter, entahlah aku tak pernah mengukurnya.
Foto diambil disini
Jika kau tak suka keriuhan dan ramainya manusia yang selalu
memadati tempat itu, silahkan datang saja di atas jam 11 malam. Saat sebagian
pedagang mulai berkemas, kau bisa duduk di tepi sungainya. Melihat pantulan
cahaya lampu kota membuatmu bisa sedikit merefreshkan pikiranmu. Jangan lupa
bawa jaket, kau tak mau tersiksa oleh dinginnya. Atau jika kau tak mau repot
bawa jaket, bawa saja pasanganmu. Jika dia bermata teduh, kau bisa mendapatkan
kehangatan dari matanya. Hehehehe....
Aku mungkin bukan lelaki romantis, tapi Tuhan Yang Maha
Romantis sangat baik memberikan nikmat yang tak dapat ditolak berupa tempat dan alam yang luar biasa.




Komentar
Posting Komentar