Abu

Lautan dan angkasa
Memisahkan kita pada dua pulau berbeda

Dalam penting yang mengiring masing-masing
Kabar adalah sebuah bahagia

Ada rindu yang tersandera
Oleh mata yang tak pernah berjumpa

Kamu dalam layar kecil bisu tak berkata
Kadang seolah bertanya, Kapan waktu itu tiba?

Dalam lelah do'a yang dirapal setiap harinya
Kita berada di jalur yang sama.
Merayu Dia untuk menyatukan kita dalam mimpi yang terwujud jadi nyata.

Kamu dalam malam sendu beribu abu
Aku rindu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik