Untitled

Purnama belum genap menuju sepuluh,
tapi engkau sudah terasa jauh.
Engkau sibuk berbenah rumah, aku sibuk mengatur rindu,
Pilu disapu hujan malam Sabtu.

Masa lalu sudah mengkhianati aku sejak lama, jauh sebelum kamu menampakkan muka.
Aku sangat tidak ikhlas jika Dia meminta kita berjalan sendiri-sendiri.
Aku belum siap jika harus menyeka wajah setiap hari sampai mati.
Aku tak sanggup membakar semua puisi demi elegi.
Aku tidak ingin, sungguh aku tak mau.

Aku masih menunggu,
Dalam diam, dalam sepi,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik