Postingan

Gadis 18 Februari

Gambar
Ketika ditanya orang, apakah kau kenal dengan aku? Tentu saja jawabanmu, siapa dia! Aku tidak mengenalnya! Saat itu juga aku percaya bahwa kau telah berdusta. Kau memang suka bersembunyi, sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Bersembunyi dari perasaan dan kekalutan hatimu, tidakkah kau jengah?

Aku harus berubah!

Aku percaya tentang hukum LOA (Law Of Atraction/Hukum Tarik Menarik) dalam sebuah buku best seller karya Ippho Santosa. “Apa yang kita pikirkan, itu yang semesta berikan”. Setidaknya itu yang berlaku padaku saat ini. Disaat niat hati ingin berubah ke arah lebih baik, Tuhan mempertemukan aku pada sahabat-sahabat lama yang luar biasa. Jika dihitung dari hari senin, Hari di minggu ini baru berjalan 3 hari. Ini hari Rabu. Tapi 2 hari terakhir emosiku serasa diaduk-aduk oleh 2 orang dengan latar belakang berbeda. Ini bisa menjadi minggu krusial dalam hidup. Sebuah fase pembelajaran yang mungkin saja bakal menjadi alat move on yang ampuh. Mereka datang dengan cerita berbeda 180 derajat tapi dengan satu pembelajaran yang sama, “Aku harus berubah”.

Persimpangan Takdir dan Harapan.

Semoga ini awal dari hidup kita yang baru. Semoga ini bukan akhir dari cerita kita dikala hujan. Semoga Tuhan selalu bersama dengan orang-orang seperti kita, orang yang selalu mengambil hikmah dari setiap pelajaran hidup. Dulu engkau yang selalu bilang padaku. Kita akan menggenggam dunia dengan tangan kita, engkau yang kiri aku yang kanan. Kita juga pernah bermimpi meniti pelangi saat hujan telah pergi, walau itu tak mungkin kita selalu berharap dalam tawa. Saat itu juga kau bisikan beberapa kalimat indah di telinga, “Sayang, engkau akan jadi ayah yang terhebat untuk buah hati kita.” Kau menepuk perutmu sendiri sambil tersenyum berjuta asa. Kemudian tawa kita pecah karena kita tahu, belum saatnya janin itu ada. Kita masih terpisah oleh suatu logika yang biasa kita dengar dari mereka bahwa menikah muda itu adalah hal gila.

Antara cinta, pocong, dan permen cokelat.

Saya: kamu belom tidur? Dia: Ya belomlah. Kalo aku tidur, siapa yang balas inbox ini? Cinta? Saya: J Bilangin sama si cinta, gak usah begadang, nanti kesiangan! Dia: Cinta ngikutin omongan bang oma. Boleh begadang kalo lagi galau.

Status Cinta

Dia: Cinta itu datangnya bukan terlambat tapi belum terlihat #lollylove Saya : Pasti cinta bangunnya kesiangan. Dia : Bukan. Pasti cinta tidurnya kemalaman, jadi ngantuk deh.-___- Saya : Sama aja kesiangan! Dia: Beda donk. Bangun kesiangan sama tidur terlambat??

Negeri Tanah Merah

Negeriku, negeri tanah merah. Negeri yang hancur karena rakyatnya penuh amarah. Negeri yang takkan pernah merdeka. Negeri yang penuh duka lara.

Entah

Aku merasa tak muda lagi. Beban hidup yang terasa membatu, tak kuasa kupikul dengan bahu yang mulai renta. Bukan karena tak mampu, tapi lebih mendekati bosan. Jutaan masalah yang selalu saja berulang setiap hari dengan tambahan kerikil-kerikil tajam sudah pasti menyambangi hidup pecundang ini. Air mata masih menjadi pelarian yang tepat walau selalu aku sembunyikan dengan tawa terpaksa di depan teman. Sungguh sandiwara yang melelahkan! Apalagi jika luka itu terlalu dalam menyayat kalbu, serasa ingin lari ke suatu tempat yang tak ada seorang pun tahu. Tapi apalah dayaku, aku hanya melihat kosong semua masa depan. Semua yang terbayang adalah jeritan masa lalu kelam, kebodohan karena menyerahkan diri pada budak setan.