Untuk Angka 1

Hai,

Entahlah, aku mungkin sudah hampir gila. 30 menit di depan layar datar 14 inch dengan microsoft word yang bahkan bingung huruf apa mau aku tulis. Ini bakal jadi tulisan teraneh seumur hidupku sebagai penulis. Menulis surat untukmu. Lalu apakah pantas aku memangil “kamu”. Jangan tersinggung, tapi terserahlah jika kau tersinggung. Aku bahkan ragu kau punya perasaan atau tidak. Bahkan kau bukan benda, apalagi manusia. Jika pun benda, kau harus seperti robot yang diberi kecerdasan buatan. Tapi lihatlah dirimu. Kau hanya “angka”. Sekali lagi ANGKA!!! A-EN-GE-KA-A!!! ANGKA!!! Maap jika aku setengah berteriak. Tapi sungguh aku kesal sekali. Aku bingung kesal untuk siapa. Mungkin kepada diriku sendiri. Mengapa mau-maunya aku menerima tantangan bodoh ini. Atau, jika hukumannya pergi ke bulan aku rela menabung dari sekarang daripada melakukan hal gila ini; menulis surat untukmu. KAU PAHAM!!! Oh, Tuhan, aku lupa kau hanya angka. TIDAAAAKKKKK!!!! T_T



Lihatlah kegilaanku di atas. Aku bahkan mencari wujudmu di google hanya untuk mendeskripsikan bahwa kau itu nyata. Tapi tetap saja susah. Aku coba minta bantuan temanku di ujung percakapan sana, dia malah ketawa sejadi-jadinya. Apa hal ini juga patut ditertawakan? Oh, come on, dari mana sisi lucunya? Find comedy every tragedy? Dimana letak tragedinya? Dimana juga letak komedinya? Kepalaku hampir pecah memikirkanya. Dan kau yang wujudnya hanya terkenal saat aku masih TK tak pernah peduli kan? Dan persetan dengan kepedulianmu karna kau tidak punya rasa. Bahkan untuk bisa menjadi bilangan yang berbasis digital atau yang biasa orang sebut binary digit (bit) kau harus butuh angka 0 untuk menyempurnakanmu. Sadarkah dirimu kalau kau hanya sebuah garis, tidak lebih!

Dan yang lebih bodoh, mengapa aku harus marah-marah kepadamu. Lalu marah kepada siapa? Marah pada diriku sendiri? Bukankah itu juga hal bodoh? AAAAAKKKKKKK!!!!!

Satu-satunya cara adalah mencari wujudmu di internet. Dan kenyataan yang aku terima adalah:
“Angka 1 merupakan perkalian kosong.
Angka 1 adalah bilangan bulat positif ganjil terkecil.
Angka 1 merupakan salah satu angka pembagi harmonis.
Angka 1 seringkali dipakai untuk mewakili pernyataan 'benar' dalam sistem Boolean pada ilmu komputer.
Angka 1 termasuk salah satu dari angka perkalian sempurna.
Angka 1 merupakan digit pertama paling umum di dalam berbagai himpunan data, sebagai konsekuensi dari hukum Benford.
Angka 1 disama-dengankan 'c' atau kecepatan cahaya, dalam notasi Heaviside untuk meringkaskan perhitungan.
Angka 1 adalah jumlah rasio kepadatan untuk sebuah alam semesta datar.
Angka 1 melambangkan persatuan, kebersamaan, tidak adanya perbedaan atau diskriminasi, misalnya "Kita adalah satu"

Dan lihatlah mereka medeskripsikanmu. Kau hampir sempurna. Sedangkan aku? Aku hampir gila karenamu. Kau paham akan hal itu? Oh, bodohnya aku lagi. Mana mungkin kau paham. Kau bahkan tak punya jiwa.

Atas nama kebodohanku malam ini menulis surat untukmu. Semoga saja aku memenangkan tantangan ini agar semua terbayarkan. Maap jika aku berkata terlalu kasar. Jika suatu saat kau memiliki jiwa, maapkan aku telah menulis ini. Tapi percayalah, aku lebih baik makan sea food jika harus menulis surat untukmu lagi. Dan aku benci itu.





Dari Aku, Pembencimu Nomor 1.

Eh, maksudku entahlah nomor berapa, yang jelas untuk saat ini, aku sangat membencimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik