Postingan

Karya Tuhan Yang Maha Romantis

Gambar
Mungkin kita akan sama-sama setuju jika sebuah kota akan enak dihuni jika punya ruang publik yang nyaman. Terlebih jika tempat itu berada di jantung kota, dekat dengan salah satu icon geografis, dan menyajikan banyak hiburan. Rasanya tidak ingin pulang saja dan menikmati semuanya tanpa harus lelah berpindah terlalu jauh dari satu tempat ke tempat lainnya. Apalagi jika tempat itu menyajikan keindahan alam dan kebutuhan masyarakat urban yang haus akan liburan. Foto diambil disini

Dia yang Angkuh Berdiri

Gambar
Assalamualaikum Wr. Wb. Adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ Jubata. Karna ini tentang kotaku, jadi tidak salah jika semua ini aku buka dengan salam khas dari Provinsi ku berasal. Kira-kira artinya “Adil ke sesama manusia, berpedoman pada surga, bernapas kepada Tuhan.” Sebenarnya filosofi yang terkandung dari sepenggal kalimat unik dari bahasa Dayak Kanayatn itu jauh lebih kompleks. Maka dari itu Pak Camat di tempatku mengajar sempat ber-opini bahwa seharusnya kalimat itu jadi kalimat pembuka resmi pada setiap acara baik formal maupun non-formal di Kalimantan Barat. Dan aku orang yang paling depan mendukung semua itu. Bukankah sekarang budaya mulai tergerus oleh zaman yang katanya modern? Bisa jadi jika tidak dipertahankan, anak-cucu kita hanya akan mengenal Tom Cruise dan Cristiano Ronaldo sebagai kiblat perkembangan budaya yang mereka bangun.

Menjelang Purnama Ramadhan

Bulan sudah hampir penuh purnama, itu artinya Ramadhan sudah melampaui hari kesepuluhnya. Aku sedang sibuk dengan cintaku padaNya yang semakin ingin kuperkuat, sembari mulai mengikis habis semua cinta semu kepada makhlukNya yang selalu saja berujung pada kekecewaan. Mungkin ini caraNya cemburu padaku jika terlalu mencintai selain diriNya. Hubungan kami sedang mesra-mesranya. Memang ketika manusia berada di titik paling rendah hidupnya, sesungguhnya itulah saat paling dekat dengan Tuhan, karena do’a yang dirapal akan sebegitu lirih dan berkali lipat lebih tulus dari biasanya. Selalu saja ada yang berbeda dengan Ramadhan disetiap tahunnya, dan kali ini aku melewatinya dengan hati yang hancur sembari memungutnya kembali seperti kepingan puzzle dan membuatnya utuh kembali melalui istiqomah. God works in mysterious way.

7 Days for Every Day

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat dirundung rindu. Ini surat pertama atas nama dirimu. Dan aku selalu yakin akan ada surat-surat berikutnya mengikuti dari belakang siap menabrak lamunanmu. Aku dan kamu akan sama-sama merangkai kisah ini untuk kemudian siap aku tuliskan dan berakhir di tanganmu untuk kau baca. Begitulah adanya, kisah cinta selalu saja menarik untuk terus didengungkan walau sudah tak tersisa pada masing-masing pelakonnya. Aku selalu berharap di ujung kisah ini kita akan menemukan happy ending walau dalam perjalanannya kita akan menemukan tornado yang siap membuat kita berputar dengan tawa dan derai air mata. Setidaknya, begitulah lantunan do’a yang selalu aku panjatkan kepadaNya ketika menangis di atas sajadah merah. Kepercayaanku kepadaNya Yang Maha Bijaksana tak pernah hilang barang sedikitpun walau kita mengalami masa sulit seperti drama di film Korea.

Misteri di Akhir Februari

Kepada gadis cantik di lini kala. Kau bahkan tak bisa pergi ketika ku paksa mulai memejamkan mata jika malam tiba. Adakah engkau sepi yang ditenun rindu? Kita bahkan tak pernah bertemu. Tidak di dunia nyata. Kau hanya menyapa dalam beberapa kata di ruang terbuka yang orang sebut beranda sosial media. Bayangmu mengganggu hari ketika beberapa lagu Sheila mulai bergema. Bukan Erros Chandra namanya jika tak membuat kita jatuh cinta oleh karyanya. Tapi kenangan yang tak pernah tercipta denganmu serasa hidup dan mulai begelayut dalam kepala. Inikah yang biasa disebut cinta?

Terima Kasih Telah Memarahiku

Assalamualaikum Wr. Wb. Ketika kau baca surat ini aku mungkin bakalan susah dihubungi. Aku mungkin hanya akan pulang sebulan sekali, dan bisa jadi setahun sekali. Sejujurnya tugas negara menjadi guru di pedalaman Kalimantan sungguh menyenangkan. Namun hidup tetaplah punya dua sisi berlawanan. Yang tidak kusuka ketika berada disini adalah jauh dari orang tua, iya... jauh darimu. Sengaja surat ini aku tinggalkan di laci meja kerjamu biar tak sengaja nanti ketika kau sibuk mengerjakan laporan keuangan kantor, kau bisa istirahat sejenak untuk membacanya. Sebuah surat yang aku tulis sederhana, sesederhana hubungan kita sebagai anak dan ibu.

Jendral Tanpa Bintang

Selamat siang Giant! Kau mau aku panggil apa? Giant? Jarjit? Gopal? Sokka? Atau Sapi? Ah terserah, kuharap kau tak begitu mempermasalahkannya. Maap kalau hari ini suratku datang tanpa permisi, aku baru tahu kalau surat hari ke-28 ini ternyata ber-tema. Aku baru sadar ketika dua orang keren Mr. Lastrange  dan Evi Sri Rezeki  membalas suratku yang berjudul “Kepada Putra Kecil Mantan Pacarku” . Akhirnya dengan waktu yang kurang dari beberapa jam lagi, kubongkar beberapa surat dalam daftar favorite akunku, kemudian kupilih suratmu yang sederhana namun membuatku terharu. Selamat membaca.