Postingan

Misteri di Akhir Februari

Kepada gadis cantik di lini kala. Kau bahkan tak bisa pergi ketika ku paksa mulai memejamkan mata jika malam tiba. Adakah engkau sepi yang ditenun rindu? Kita bahkan tak pernah bertemu. Tidak di dunia nyata. Kau hanya menyapa dalam beberapa kata di ruang terbuka yang orang sebut beranda sosial media. Bayangmu mengganggu hari ketika beberapa lagu Sheila mulai bergema. Bukan Erros Chandra namanya jika tak membuat kita jatuh cinta oleh karyanya. Tapi kenangan yang tak pernah tercipta denganmu serasa hidup dan mulai begelayut dalam kepala. Inikah yang biasa disebut cinta?

Terima Kasih Telah Memarahiku

Assalamualaikum Wr. Wb. Ketika kau baca surat ini aku mungkin bakalan susah dihubungi. Aku mungkin hanya akan pulang sebulan sekali, dan bisa jadi setahun sekali. Sejujurnya tugas negara menjadi guru di pedalaman Kalimantan sungguh menyenangkan. Namun hidup tetaplah punya dua sisi berlawanan. Yang tidak kusuka ketika berada disini adalah jauh dari orang tua, iya... jauh darimu. Sengaja surat ini aku tinggalkan di laci meja kerjamu biar tak sengaja nanti ketika kau sibuk mengerjakan laporan keuangan kantor, kau bisa istirahat sejenak untuk membacanya. Sebuah surat yang aku tulis sederhana, sesederhana hubungan kita sebagai anak dan ibu.

Jendral Tanpa Bintang

Selamat siang Giant! Kau mau aku panggil apa? Giant? Jarjit? Gopal? Sokka? Atau Sapi? Ah terserah, kuharap kau tak begitu mempermasalahkannya. Maap kalau hari ini suratku datang tanpa permisi, aku baru tahu kalau surat hari ke-28 ini ternyata ber-tema. Aku baru sadar ketika dua orang keren Mr. Lastrange  dan Evi Sri Rezeki  membalas suratku yang berjudul “Kepada Putra Kecil Mantan Pacarku” . Akhirnya dengan waktu yang kurang dari beberapa jam lagi, kubongkar beberapa surat dalam daftar favorite akunku, kemudian kupilih suratmu yang sederhana namun membuatku terharu. Selamat membaca.

Jono dan Ria

Hai pasangan (tak lagi) mesum yang berbahagia, apa kabar kalian berdua? Untung saja sekarang teknologi serba canggih, jadi aku tak perlu menyalin lagi surat ini untuk dijadikan dua kemudian dikirim ke kalian masing-masing. Dan untungnya lagi surat ini bukan hanya kalian yang baca, biar orang-orang tahu aku merasakan bahagia jika kalian bahagia.

Untuk Pak Walikota

Yang Terhormat, Bapak Sutarmidji di Singgasanamu. Assalamualaikum... Semoga kau selalu diberikan rahmat dan hidayah dari Allah untuk memimpin kota ini. Dan tak jua pula aku selalu mendo'akan agar kau meluangkan waktu beberapa menit saja untuk membaca surat pendek ini. Jika kau bersedia, anggap saja sekarang aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dan mencium tanganmu sebagai tanda hormat.

Ketika HD tak Lagi High Definition

Masih teringat malam kemarin ketika  kita dan Evan saling serang lewat kelakar mention di media sosial. Dan kau tetap jadi objek penderitanya. Status yang kau bagikan sepanjang Februari ini sungguh tak biasa. Entah apa yang telah terjadi di bulan ini, sepertinya itu sangat tak menyenangkan untukmu. Memang Februari selalu banyak menyimpan cerita. Kalau boleh aku cerita, di bulan ini aku pernah jatuh cinta, ditinggal nikah, diselingkuhi, dikhianati, di bully , dicubit di pipi, dicium di dahi, dan bermimpi yang sangat tinggi. Februari memuang bulan yang sangat istimewa, saking istimewanya hari di bulan ini hanya ada 28 dan terkadang 29. Tapi yang lebih penting di Februari adalah banyak cinta yang tumbuh lengkap dengan durinya.

Kepada Putra Kecil Mantan Pacarku

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga saja ketika kau mulai membaca ini kau belum pindah agama. Maklumah, perkembangan teknologi seperti sekarang mengubahnya menjadi Tuhan yang tak sadar telah banyak disembah remaja muda. Itu kalau di zamanku, aku tak tahu ketika di zaman ini. Surat ini aku tulis sekarang untuk beberapa tahun mendatang saat usiamu genap dua puluh. Kau bukan hanya harus pandai membaca tapi kau juga harus dewasa untuk menyikapi ini semua. Anggap saja surat ini sebagai kado pertama dan terakhir dari aku yang mungkin kau bingung siapa sebenarnya aku. Perkenalkan, aku lelaki yang (dulu) mencintai ibumu. Ibumu juga dulu mencintaiku, namun semuanya berubah saat hari naas itu. Baiklah, sebelum kita berbicara lebih jauh mungkin kita harus mulai dari awal lagi. Kita mulai dengan bagaimana aku dan ibumu bertemu.