Untuk Pak Walikota
Yang Terhormat, Bapak Sutarmidji di Singgasanamu.
Assalamualaikum...
Semoga kau selalu diberikan rahmat dan hidayah dari Allah untuk memimpin kota ini. Dan tak jua pula aku selalu mendo'akan agar kau meluangkan waktu beberapa menit saja untuk membaca surat pendek ini. Jika kau bersedia, anggap saja sekarang aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dan mencium tanganmu sebagai tanda hormat.
Lebih baik aku panggil kau Bang daripada Pak. Panggilan 'Pak' selalu membuat batasan antara satu dan yang lainnya. Bukan maksudku untuk tidak hormat, tapi aku hanya sedikit ingin lebih dekat, setidaknya dalam surat ini. Namaku Andy, jika kau berminat, kau bisa mengenalku lebih jauh lewat akun facebook dan twitterku. Aku hanya seorang masyarakat pinggir kota yang mencintai pemimpinnya seperti kebanyakan orang pada umumnya. Semoga kau tidak tersinggung mendapat kiriman surat dariku. Surat ini hanyalah celotehan kecil yang aku simpan dan mungkin saja mewakili perasaan sebagian orang di kota. Jangan terlalu kau ambil pusing tentang isinya. Aku cukup puas jika kau hanya memahaminya.
Lebih baik aku panggil kau Bang daripada Pak. Panggilan 'Pak' selalu membuat batasan antara satu dan yang lainnya. Bukan maksudku untuk tidak hormat, tapi aku hanya sedikit ingin lebih dekat, setidaknya dalam surat ini. Namaku Andy, jika kau berminat, kau bisa mengenalku lebih jauh lewat akun facebook dan twitterku. Aku hanya seorang masyarakat pinggir kota yang mencintai pemimpinnya seperti kebanyakan orang pada umumnya. Semoga kau tidak tersinggung mendapat kiriman surat dariku. Surat ini hanyalah celotehan kecil yang aku simpan dan mungkin saja mewakili perasaan sebagian orang di kota. Jangan terlalu kau ambil pusing tentang isinya. Aku cukup puas jika kau hanya memahaminya.
Banyak orang yang tidak percaya bagaimana sebuah kota bisa berdiri di atas rawa. Tapi, pemimpin kita yang dahulu telah menjawabnya. Dia bukan hanya membangun kota, tapi juga membangun peradaban dengan segala kemajemukan yang ada. Aku rasa kita harus sama-sama menaruh rasa bangga kepada Raja kita dahulu. Karena dia telah dengan baik hati memberi kita warisan berupa tanah yang subur bagi aloe vera, dan budaya yang masih kita junjung sampai saat ini. Kalau kau sempat, bolehlah kau kirimi dia do'a di pusaranya yang tak jauh dari Tugu Khatulistiwa. Dan silahkan kapan-kapan singgah kerumah, karena rumahku tak jauh dari situ.
Kau mungkin bukan Jokowi yang blusukan sana-sini, kau juga bukan Ridwan Kamil yang berjiwa muda-mudi, apalagi seperti Tri Rismaharini yang walaupun perempuan tapi gagah berani. Kau tetaplah Sutarmidji, pemimpin yang kami segani, walau kau tetap mengumbar tawa saat di televisi. Setidaknya kota ini tampak lebih didandani sejak kepemimpinanmu 5 tahun terakhir. Ketika aku menikmati senja di alun-alun kapuas, tak ada lagi hal mengerikan yang ditakutkan hadir disana. Kau sulap tempat yang dulunya sarang laba-laba menjadi taman indah di tengah kota.
Bang, Pontianak berbeda, dan kau pasti jauh lebih paham dari aku soal kota ini. Aku hanya ingin kau mengerti bahwa kota ini bukan hanya pembangunannya, tapi juga masyarakatnya. Percuma saja jika kau bangun gedung berlantai 121 tapi masyarakatmu bahkan sebagian belum bisa membaca. Kadang kau juga perlu bergaul dengan kami di warung kopi kaki lima ketimbang mengurus administrasi yang luar biasa menggila. Bebaskan dirimu sejenak bang, jangan terlalu siksa dirimu dengan urusan negara yang tiada habisnya. Kau juga butuh relaksasi supaya tak salah mengambil keputusan nanti.
Terima kasih sudah mau membaca surat ini. Dan seperti kataku tadi, jangan terlalu kau ambil pusing dengan isinya.
Dari Aku, yang mewakili masyarakat kelas bawah dan rindu akan belaian Pak Walikota.
Nb: Jika kau ingin melihat kota dari sudut berbeda, datang saja tiap Jum'at malam di Warkop Laris Manis - Ruko Pasar Mawar, Jl. HOS Cokroaminoto pukul 8. Aku akan mengajakmu ke beberapa tempat di kota yang mungkin belum pernah kau jamah. Hanya saja jangan terkejut dengan realita bahwa negeri ini belum merdeka. Maka dari itu, tanpa seizinmu kami membuat sebuah gerakan gila yang kami sebut Berbaginasi Pontianak.
Komentar
Posting Komentar