Banner Buda Blogger

Komunitas Blogger Pontianak

Rabu, Februari 25, 2015

Jono dan Ria

Hai pasangan (tak lagi) mesum yang berbahagia, apa kabar kalian berdua? Untung saja sekarang teknologi serba canggih, jadi aku tak perlu menyalin lagi surat ini untuk dijadikan dua kemudian dikirim ke kalian masing-masing. Dan untungnya lagi surat ini bukan hanya kalian yang baca, biar orang-orang tahu aku merasakan bahagia jika kalian bahagia.

Jono dan Ria. Aku mulai bingung kepada siapa dulu yang harus aku ajak bicara. Ah, itu bukanlah masalah. Lagipula kalian akan tetap membacanya walau kalian di tempat berbeda. Sedikit pertanyaan sederhana, apakah kalian jengah dengan hubungan jarak jauh yang kalian jalani. Apalagi sekarang Ria sudah menunggu hari untuk mengeluarkan si buah hati. Tidakkah rindu itu mengganggumu Jon? Kalau boleh aku beri saran, mintalah izin pada atasanmu untuk pulang sebentar. Dia pasti mengerti jika dia juga punya istri. Lagipula aku yakin Ria juga setuju dengan saranku. Perempuan mana yang tak mau pria yang pertama kali dilihat anaknya adalah ayahnya sendiri. Kau juga harus mulai sering-sering mengajaknya jalan-jalan pagi. Kata bidan yang pernah aku temui dulu, jalan pagi bisa mempermudah proses kelahiran. Dan sebagai seorang wanita yang ayahnya telah tiada, hanya pundakmu lah yang benar-benar kokoh tempatnya bersandar. *koreksi kalo itu salah, hehehe...

Coba aku tebak, sekarang kalian pasti sedang senyam-senyum bahagia dapat surat dariku. Ria pasti sekarang lagi duduk nyaman dikursi sambil mengelus-ngelus perutnya berharap anaknya tak seperti aku. Sedangkan Jono, dari penerawanganku kau sekarang sedang memanjat pohon akasia yang beranting sedikit kokoh agar dapat menahan berat bebanmu. Apakah disana masih susah sinyal kawan? Lalu kemana tower sutet itu? Disambar petir lagi? Kasihan sekali jadi manusia pulau sepertimu. Sebaiknya kau mulai mengajak masyarakat desa di perantauanmu untuk menandatangani petisi kepada Pak camat yang kuntet itu. 

Ada orang yang pernah bilang padaku; "Jika kita menjodohkan orang di dunia, maka kita akan dibuatkan rumah di surga". Aku masih setengah tak percaya. Belakangan aku meminta bantuan google untuk mencari tahu kebenarannya. Tidak sampai disitu, aku juga mulai banyak bertanya kepada teman kita yang janggutnya panjang sampai ke dada. Beberapa jawaban yang kuterima masih tak bisa membuatku puas. Sampai aku berfikir positif saja. Jika benar ungkapan tadi, berarti beberapa makhluk surga sekarang pasti sedang membangunkan pondasi, sebagian lagi pasti sedang memasanginya jendela dari emas. Atau sekarang mereka juga mulai menanam bibit buah yang rasanya enak dan cuma ada di surga. Dan andai saja kalau aku bisa sedikit request, aku akan meminta ada kolam di depan rumah. Tentu itu sebagai alasan karena akulah salah satu dari sekian banyak sebab mengapa kalian berumah tangga.

Eh, bagaimana dengan nama anak kalian nanti? Sudah dapatkah? Bagaimana jika "JOYA" singkatan dari Jono dan Ria. Atau "RIJO" = Ria dan Jono, hahahaha. Tak usahlah kau ambil pusing, yang lebih terpenting nanti, anak kalian terlahir sempurna dan selalu sehat sampai bisa membanggakan ayah dan ibunya. Aamiin.

Aku cukupkan saja sampai disini. Jika nanti Jono kembali, tolong jangan mulai membully karena surat ini. Kalo kalian berani, ayo satu-satu lawan aku dengan cacian. Kalau kalian sudah maju bersamaan, terpaksa aku akan pergi. Walau nanti aku pasti kembali karena hanya kalianlah sahabat yang paling bisa mengerti.




Nb: Aku lupa mengingatkan kalian agar mengambil kantong plastik dulu sebelum membaca, aku takut kalian muntah dan berceceran kemana-mana. 

1 komentar: