Kepada Suami Mantan Pacarku

Selamat pagi,

Mungkin kau sudah dengar namaku dari istrimu, jika belum izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Andy, istrimu dulu sering memanggilku mine. Tentu saja kau tahu maksud dari panggilan itu. Jangan terlalu kau fikirkan kawan, itu hanya masa lalu. Jauh sebelum kau dan dia duduk di pelaminan waktu itu, dan mungkin saja kau belum bertemu dia yang sekarang selalu mendampingi tidur malammu. Jika kau bijak, seharusnya kau tak mempermasalahkan masa lalu.

Maksud kedatangan suratku ini hanya ingin berbagi cerita. Itu pun jika kau bersedia, kalau pun tidak tutup saja surat ini. Mungkin kisah masa laluku dengan istrimu bisa kau jadikan pijakan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Surat ini aku tulis sesederhana mungkin, sesederhana hubunganku dengan istrimu. Semoga saja kau mengerti.

Istrimu adalah perempuan kuat kawan, dia bisa memikul ribuan kubik pesakitan. Dulu (tak) sengaja aku memberikan sebuah goresan luka, ketika kuhampiri dia dan bertanya, dia tersenyum dan selalu menjawab dengan pernyataan yang sama, "Aku sudah terlalu kuat untuk kau beri luka baru, tak adakah hal hebat lagi yang bisa kau lakukan untuk meremukkan hatiku?". Walau dia mengucapkannya dengan derai air mata. Kau tahu kawan, jika dia menangis aku tak bisa menahan tangisku juga. Akan kulakukan apa pun untuk menghentikannya, walau harus terjun dari Niagara. Sayangnya, sangat mudah menghentikan air yang keluar dari matanya. Kau hanya perlu duduk di sampingnya, usap air matanya dengan jarimu kemudian kecup keningnya. Dia akan membalasnya dengan tatapan lembut, kemudian perhatikan matanya, niscaya matanya dapat bicara seakan berucap 'terima kasih'.

Jika kau ingin membahagiakannya, itu hal yang mudah. Bawa saja dia ke taman yang ada sungai di dekatnya. Duduklah di bangku yang ada disana, jika tidak ada bangku cari saja tanah yang lapang. Dia bukan perempuan pemilih, baginya apa pun yang dipilihkan untuknya adalah hal yang harus disyukuri. Jika kau bisa memainkan gitar, nyanyikan saja dia lagu lama tahun 90-an, atau putarkan saja lagu dari MP3 playermu. Hanya saja jangan pernah terkejut dengan selera musiknya, aku saja dulu tidak percaya kalau dibalik kelembutan yang dia tampilkan dia lebih memilih Garasi dan Captain Jack untuk mengisi daftar putar lagu miliknya. Jangan kau tanyakan alasan itu padanya, sebab alasannya adalah karena kedua band itu adalah favorite ku.

Seperti kebanyakan perempuan lainnya, dia juga suka kejutan. Buatlah sesuatu yang spesial untuknya seperti makan malam bersama dengan lilin sebagai raja cahaya. Tidak perlu repot untuk memesan steak di restoran mewah bintang tiga, bawakan saja dia martabak telor istimewa Pak de Marwan di simpang tiga terminal. Bawakan juga secangkir kopi dengan takaran 2 sendok kopi, 1 sendok gula, kemudian aduk 21 kali putaran tidak kurang tidak lebih. Dia juga pecinta kopi seperti aku, bagi kami berdua, kopi adalah representasi dari kisah cinta kami. Pahit dan Manis mengisi hari-hari indah dalam Satu setengah tahun perjalanan hingga menyisakan ampas yang pahit di dasar kenangan.

Oh iya, dia juga suka puisi. Kalau kau ada waktu, bacakan saja beberapa puisi durjana karya sastra-sastra lama. Terlebih jika kau bisa menulisnya sendiri untuknya. Dulu aku pernah menuliskannya 13 lembar puisi sebagai bukti cintaku, sebagai gantinya dia mentraktirku semangkuk bubur di kantin sekolah. Kami kemudian duduk berdua, dia senyum-senyum asyik membacanya. Kemudian dia hanya bilang 'terima kasih'. Dia tak suka berkata banyak, tapi matanya sudah menjelaskan segalanya.

Sekian surat dariku, mungkin kita bisa berbicara berdua sebagai pria jika kau mau nanti. Datang lah pagi hari, karena aku tidak suka kopi jika siang. Datang saja sendiri, karena aku yakin dia masih membenciku. Sampaikan salamku untuk pemilik senyum tanpa amarah itu. Tapi jangan katakan kalau aku rindu.

nb: Jika kau menemukan 13 puisi yang disimpannya, tolong pinjamkan aku sebentar. Aku lupa membuat salinannya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik