1. Hujan

Ada rintik mengalir dengan rima dan gelisah
Menyeruak bergemuruh di atap genteng merah
Membawa duka dalam setiap hangat yang mengalir dalam darah
Kemudian kesal datang seketika memburai ke segala arah.

Desember ini kau datang bersama kilat
Mengubur asa dan menutup semangat rapat-rapat
Bisakah kau sedikit saja bersahabat?
Lalu biarkan aku keluar untuk sekedar melihat-lihat.

Hujan,
Cobalah sedikit mengerti perasaan hatiku
Aku sedang bingung dirundung rindu
Kau lewat dan semua kenangan itu beradu pilu
Lalu tampak laknat, kau tikam dengan mimpi sembilu.


Jujur, saat ini aku benci kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik