Surat Untuk Dilan
Hai...
Salam kenal, Namaku Andy Kurniawan. Terserah kau mau panggil
apa; Andy, Awan, Andika, Iwan, atau apapun sesuka hatimu, asal jangan Nia.
Surat ini tidaklah sepanjang yang kau kira, aku hanya sekedar ingin kenalan
denganmu, tidak lebih. Dan jika nanti ada sesuatu di dalam surat ini yang tidak
mengenakkan hati, aku minta maaf sebelumnya. Dan jangan pula terkejut dengan
datangnya surat ini. Kau mungkin sudah dapat ribuan surat dari penggemarmu. Kau
harus berterima kasih dengan orang yang sudah membuatmu terkenal, siapa lagi
kalau bukan Milea Adnan Husain; mantan pacarmu.
Aku sudah membaca buku yang dia tulis. Buku yang sederhana
dengan tajuk “Dilan”. Dan semua orang bisa menebak isi buku dengan hanya
membaca judulnya. Buku itu semua bercerita tentangmu. Lebih tepatnya tentang
luar biasanya dirimu membuat Milea jatuh cinta. Atau mungkin tentang Milea yang
jatuh cinta padamu dengan berbagai cara yang tak biasa. Buku ini salah satu
buku terbaik yang pernah aku baca. Bahkan temanku bilang bahwa buku ini adalah
“Kitab 1001 cara menaklukan hati wanita!”. Sedikit berlebihan, tapi aku
meng-amin-kannya. Milea begitu pandai bercerita sehingga membuat siapa saja
yang membaca seperti ikut berada dalam kisah yang ditulisnya. Cuma ada dua hal
yang bisa memberikan orang kekuatan seperti itu; Jatuh cinta dan rindu. Dan
Milea sudah merasakan alasan yang pertama, berarti sekarang dia mengalami
alasan yang kedua. Selamat, kini kau dirindukan satu Indonesia.
Kalau boleh jujur, sebenarnya aku cemburu padamu. Bahkan aku
sempat berfikir untuk membeli semua buku yang sudah beredar dan berharap semua
orang melupakanmu. Tapi itu mustahil. Begitulah diriku, selalu bermimpi tentang
sesuatu yang tak bisa terwujud. Hingga akhirnya aku sampai pada satu titik di
mana aku tersadar sesuatu; aku bukan kau, dan kau bukan aku. Aku tidak bisa
sepertimu, begitu juga sebaliknya. Bagi kebanyakan orang tentu kau istimewa,
tapi mungkin bagi sebagian orang terutama yang mengenalku lebih dekat, aku tak
kalah special. Lalu mengapa aku harus cemburu lagi? Bukankah cemburu adalah
tanda jika seseorang sedang tidak percaya diri? Mungkin kemarin aku sedang
tidak percaya diri, hari ini kepercayaan diriku sedang tinggi. Gak tau besok,
tunggu saja. Hehehehe...
Hei, aku sudah berjanji bukan kalau surat ini takkan
panjang. Aku hanya tak mau nanti kau malah membaca surat sedikit seriusku ini
dengan caramu melihat hidup yang selalu dengan sisi komedi di dalamnya. Suatu
hari aku mungkin ingin sepertimu lagi, atau cemburu padamu lagi. Tapi untuk
saat ini, aku pikir semua itu belum perlu. Karna sekarang aku sedang percaya
diri. Dan tentu saja ada banyak orang istimewa di sekelilingku saat ini. Yang
jelas dia tidak seperti teman-teman geng motormu. Mereka lebih bersifat kalem,
aneh, dan sedikit agak gila. Dan yang paling penting, aku membutuhkan mereka
untuk menata ulang hidupku lagi. Lain kali aku ajak kenalan kalau ada waktu.
PS: Dapat salam dari teman-temanku. Saking banyaknya salam,
aku sampai lupa siapa saja mereka.
Komentar
Posting Komentar