4. Rindu yang Sekarat



Aku demam.
Rindu membekap kesepian
Membuat banyak retakan dalam sendi keterasingan
Mematahkan asa yang kadang bermain dalam desah dan bahasa.


Aku meriang.
Menahan sakit akan penantian sebuah pertemuan
Meringis menahan tangis pada kasih manis yang teriris-iris
Meradang pada perjumpaan yang tak jua kunjung datang.

Aku sekarat.
Pada sebuah doa aku bermunajat
Semoga pertemuan biasa itu berubah jadi luar biasa
Perasaan lara lunas terbayar oleh senyum yang lebar

Aku ingin sehat.
Pakailah gaun kebesranmu; senyuman manis itu
Itu adalah penawar syahdu penghilang candu rindu

Sampai bertemu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik