13. Puisi Lama

Suara itu…
Seketika memecah sunyi pagi
Mengalahkan kokokkan si jengger perwari
Menghempas sepi bersama dentuman hujan yang jatuh dini hari.

Suara itu…
Penuh keluh kesah
Desah dan resah mengalir begitu saja
Keluar semua bersama rasa yang selama ini penuh menyesakkan dada.
Suara itu…
Bagai intan memecah batu
Lengking dari telinga sampai ke kalbu
Penuh rindu mengharu biru tak pernah tahu kapan bisa bertemu.
Suara itu…
Adalah tenunan beberapa bait
Melalui pernyataan ingin saling menghimpit
Dan birahi untuk saling menginggit lengkung senyum yang lama pahit.
Suara itu…
Kamu…
Di ujung telponku beberapa jam yang lalu.


*ditulis 24 Mei 2015.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik