Luna 'Loony' Lovegood

I think they think I’m a bit odd, you know. Some people call me ‘loony’ lovegood, actually. (Luna Lovegood – Harry Potter and the Order of the Phoenix)


Hei Loony.

Entah kau suka atau tidak, tapi biarlah aku memanggilmu seperti itu. Tenang saja, aku tak menganggapmu ‘gila’ seperti mereka memandangmu. Kau tetap gila di mataku, atau lebih tepatnya membuatku tergila-gila padamu. Salah satu alasan mengapa aku mencintaimu, adalah karena kegilaan yang melekat padamu. Aneh memang, tapi begitulah aku. Mungkin kita hampir sama, karena hanya orang gila yang mengerti orang gila lainnya; Law of Attraction. Lho, mengapa isi surat ini tentang gila? Aku rasa sekarang aku mulai gila. Atau memang sudah gila? Bodo ah...

Saat sebagain besar orang lebih menyukai kecerdasan Hermione atau kelembutan Cho, aku lebih menyukai keanehanmu. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling dari sikapmu yang selalu memandang sesuatu dari sudut yang baik. Kau juga terkadang jadi pemecah kebuntuan saat diperlukan. Sesuatu yang sangat romantis bagiku.

Loony, jika mereka bilang kau lemah, mereka salah besar. Kau bahkan sudah melihat kematian di umur yang masih sangat dini. Dan dukungan yang selalu kau berikan untuk Ayahmu adalah salah satu bukti jika kau tak mudah dipandang sebelah mata. Kau juga punya sifat kepemimpinan yang luar biasa. Walau hanya sementara, memimpin Dumbledore’s Army bukanlah pekerjaan yang mudah. Kau juga turut mempertahankan Hogwart, hingga terbebas dari pengaruh Pangeran Kegelapan yang menakutkan. Ah, itu hanya secuil kisah tentang kehebatanmu. Mau tahu dimana letak kekuatanmu sebenarnya? Keunikanmu. Kau berbeda, dan pola pikirmu tak terbaca.

Apa kabar Mr. Scamander saat ini? Dan dimana kalian saat ini? Masih menjelajah dunia untuk meneleti tumbuhan dan hewan yang tak ada habisnya? Atau kalian sedang dirumah? Bermain dengan anak kembar kalian; Lorcan dan Lysander. Tentu indah menghabiskan hidup bersama dengan berpetualang dari tempat satu ke tempat lainnya. Mendaki gunung satu ke gunung lainnya. Atau menyelami samudra yang berbeda. Suatu saat aku ingin seperti kalian, menaklukan dunia dengan menjelajah.

Loony, sebenarnya aku bingung harus menulis apa di surat cinta ini. Aku tak benar-benar mengenalmu, dan untuk apa mengenalmu lebih jauh jika aku sudah menemukan alasan yang tepat untuk menjatuhkan hatiku padamu. Aku hanya bisa berterima kasih sudah mampir di mimpiku. Menemuiku dengan wajah polos dan kata-kata yang lucu. Tersenyum dan tertawa sambil mengibaskan rambut pirang itu dengan malu-malu. Sesuatu yang tak semua perempuan di dunia ini punya, bahkan untuk seorang Ginny Weasley.


Jika nanti kita bertemu, aku akan bilang bahwa aku mecintaimu, tapi kau tak perlu membalasnya. Aku cukup puas jika kau sudah tahu. Dan Jika aku jadi Harry, aku akan memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik