Aku menulis ini dalam perjalanan menuju pulang ke rumah.
Temanku berbaik hati mau mengendarai kendaraan roda dua punyaku.
Mungkin besok dia minta traktir tahu isi goreng lagi, atau jika dia bosan mulutnya cukup disumpal dengan kelepon ubi.
Tak heran jika dia sekarang gendut, pipinya lebar mirip Bakpao isi daging.
Bedanya mungkin dia gak putih, kulitnya gosong bagai ubi bakar baru keluar dari api.
Rambutnya, walau tak berwarna merah muda, sudah seperti permen kapas.
Sekarang dia mulai memukul-mukul mukaku dengan tangannya yang mirip cokelat batangan karena aku mulai mengantuk.
Dia cuma tersenyum ketika aku ngomel-ngomel gak jelas dengan gigi seperti marsmalow yang berjejer rapi.
Sepertinya aku mulai lapar, apa aku makan saja dia?
Eh, aku sampai lupa.
Selamat sore kamu yang sedang membaca ini.
Aku hanya ingin bilang kalau aku sudah berada di Kecamatan Anjongan.
Satu jam lagi aku sampai.
Jangan khawatir, karena aku juga tidak mengkhawatirkanmu.
Hehehe...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar