Terima Kasih Pernah Jadi Masa Lalu

Sudah lama kita tak bercumbu
Tetakhir kali hari sabtu bulan tujuh
Kau dan aku menghabiskan malam dengan luka sembilu
Bersama bayu, menembus dimensi jauh

Kau hanya kuhargai lima puluh ribu
Untuk menumbangkan pedihku banyak janji yang sebenarnya tak perlu
Kau bilang kau bisa membawaku terbang jatuh
Nyatanya kau hanya membuatku berpeluh
Muntah dan tergeletak di bawah bangku

Katakanlah ini surat rindu padamu
Sebuah alat transportasi menuju dunia lain dengan cepat dan selalu
Membersihkan mimpi buruk seperti sapu
Tapi bercenta denganmu berarti dirajam batu.

Terima kasih pernah menjadi masa lalu
Duhai arak simpang tugu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (lagi...)

Negeri yang Gemar Berisik